Faktor Risiko Dan Komplikasi Sakit Maag

Risiko Dan Komplikasi Sakit Maag

Faktor Risiko Dan Komplikasi Sakit Maag dapat dipengaruhi oleh beragam hal, ini harus menjadi perhatian serius. dengan demikian kami akan memulai pembahasan artikel ini dengan Faktor Risiko.

Faktor Risiko Sakit Maag

Apa Saja Sih Yang Menigkatkan risiko sakit maag? Antara Lain :

Infeksi bakteri
Terinfeksi Helicobacter pylori dapat mengalami maag umumnya maag kronis. Setengah populasi dunia diperkirakan terinfeksi oleh bakteri ini, yang diduga ditularkan dari orang ke orang. Namun sebagian besar dari mereka yang terinfeksi tidak mengalami komplikasi infeksi H. Pylori. Pada sebagian orang, H. Pylori dapat memecah lapisan pelindung lambung bagian dalam yang menyebabkan perubahan pada lapisan lambung. Alasan mengapa sebagian orang mengalami komplikasi akibat infeksi H. Pylori seperti maag, bisul dan lain-lain sebenarnya masih tidak jelas. Namun para ahli kesehatan meyakini bahwa kerentanan seseorang terhadap H. Pylori bisa dipengaruhi dari genetik (keturunan) atau bisa juga disebabkan karena gaya hidup, seperti kebiasaan merokok dan stres tingkat tinggi.

Sering menggunakan obat penghilang rasa sakit
umumnya seperti antalgin, aspirin, ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan maag akut dan kronis. Dengan terus menerus menggunakan obat-obatan ini maka dapat mengurangi substansi kunci yang membantu menjaga lapisan lambung.

Usia
karena orang dewasa memiliki lapisan lambung cenderung menipis akibat seiringnya usia dan karena orang dewasa lebih mungkin terjangkit infeksi H. Pylori atau gangguan autoimun ketimbang anak-anak.

Penggunaan alkohol
akan mengiritasi dan mengikis lapisan lambung, yang menjadikan lambung lebih rentan terhadap asam lambung, maka dari itu alkohol juga termasuk salah satu faktor risiko sakit maag. Penggunaan alkohol cenderung menyebabkan maag akut.

Stres
stres fisik yang diakibatkan operasi besar (pembedahan besar), cedera, luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan maag akut yang bisa menjadi faktor risiko sakit maag dan menaikkan risikonya lebih tinggi 2 kali lipat.

Kondisi refluks empedu
Empedu zat yang membantu mencerna lemak dan membuang jenis racun tertentu diproduksi di hati dan disimpan di dalam kantong empedu. Kondisi refluks empedu adalah cairan empedu mengalir balik ke atas yaitu dari usus 12 jari ke dalam lambung dan akhirnya menjadi faktor risiko sakit maag. Hal ini dikarenakan cincin yang seperti otot sfingter tidak bertugas dengan benar (bisa juga karena pembedahan) yang sejatinya bertugas mencegah empedu mengalir balik ke atas.

Tubuh Anda sendiri menyerang sel-sel di lambung
Faktor ini disebut sebagai maag autoimun, yaitu jenis maag yang terjadi akibat tubuh menyerang sel-sel yang membentuk lapisan lambung. Maag autoimun lebih umum terjadi pada orang dengan gangguan autoimun lainnya dan bisa juga terkait kekurangan vitamin B12.

Gaya Hidup
Salah satunya sangat gemar mengkonsumsi makanan yang pedas juga makan tidak teratur.

Kunjungi Dan Baca Juga Gejala Sakit Maag

Komplikasi Sakit Maag

Bila dilihat dari penyakitnya sendiri, penyakit maag adalah salah satu penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi seperti :

  • Perdarahan – Perdarahan dapat terjadi yang mengarah ke anemia atau kehilangan darah dan memerlukan rawat inap atau transfusi darah. Kehilangan darah yang berat dapat menyebabkan muntah hitam atau berdarah atau tinja berwarna hitam atau berdarah.
  • Infeksi – Borok peptikum bisa makan lubang melalui dinding perut atau usus kecil, menempatkan Anda pada risiko infeksi serius rongga perut Anda (peritonitis).
  • Jaringan parut. Ulkus peptikum juga dapat menghasilkan jaringan parut yang dapat memblokir bagian dari makanan melalui saluran pencernaan, menyebabkan muntah dan menurunkan berat badan.
  • Pertumbuhan di lapisan lambung – Maag kronis meningkatkan kemungkinan mengembangkan pertumbuhan jinak, atau bukan kanker, dan ganas, atau kanker, dalam lapisan perut. H. kronis pylori gastritis meningkatkan kemungkinan mengembangkan jenis kanker yang disebut lambung mukosa terkait jaringan limfoid (MALT) limfoma.
  • Anemia – gastritis erosif dapat menyebabkan perdarahan kronis di perut, dan kehilangan darah dapat menyebabkan anemia. Anemia adalah suatu kondisi di mana sel-sel darah merah lebih sedikit atau lebih kecil dari normal, yang mencegah sel-sel tubuh dari mendapatkan oksigen yang cukup.
  • Kanker Lambung – Maag yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko kanker lambung, terutama jika Anda memiliki penipisan luas lapisan lambung dan perubahan pada sel-sel lapisan ini.
  • Akan berakibat buruk pada perkembangan dan pertumbuhan janin Khusus Bagi Ibu Sedang Hamil. baca juga obat maag bagi ibu hamil

Itulah informasinya untuk Anda tentang Faktor Risiko Dan Komplikasi Sakit Maag, Di Artikel yang akan datang kami akan membahas masih sangat berkaitan penyakit maag. so, tunggu aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *