Proses Terjadinya Pembentukan Batu Ginjal

pembentukan atau terbentuknya batu ginjalProses Terjadinya Pembentukan Batu Ginjal bisa disebabkan oleh berbagai hal, mau tahu kelanjutannya? yuk simak terus artikel.

Salah satu penyebab yang utama terbentuknya batu ginjal yaitu pola makan yang buruk dan kurang mengkonsumsi air putih . Batu ginjal terbentuk karena adanya endapan cairan di dalam tubuh atau adanya kelainan metabolisme antara asam amino sisterna sehingga membentuk kristal sisterina. Hal ini dapat terjadi karena air di dalam kemih yang mengandung garam dapat membentuk kristal dan proses tersebut disebut dengan urolithiasis.

Bagi penderita batu ginjal rata-rata sering mengalami sakit pinggang yang terasa nyeri dan pegal-pegal hal tersebut terjadi kurang lebih 1 menit setelah minum obat. Apabila tidak terjadi apa-apa maka hal tersebut sangatlah berbahaya dan harus di lakukan pengoperasian agar tidak lebih parah dari sebelumnya.

Baca Juga : obat tradisional pemecah batu ginjal

Berikut ulasan secara lengkap mekanisme pembentukan batu ginjal dalam tubuh manusia :

1. Batu oksalat/kalsium oksalat
Asam oksalat yang terbentuk di dalam tubuh manusia berasal dari metabolisme asam amino dan asam askorbat yakni vitamin C. Asam askorbat merupakan penyumbang terbesar dari prekursor okalat hingga 30 %.

Kalsium oksalat terbentuk hingga 50 % yang dikeluarkan oksalat urine. Manusia tidak mampu melakukan metabolisme oksalat, sehingga harus dikeluarkan melalui ginjal. Jika fungsi kerja organ ginjal mengandung asupan oksalat berlebih akan mengakibatkan peningkatan oksalat yang mendorong terbentuknya batu oksalat di ginjal / kandung kemih.

2. Batu struvit
Batu struvit tersusun dari magnesium ammonium fosfat (struvit) dan kalisum karbonat. Batu struvit terbentuk di pelvis dan kalik ginjal apabila produksi ammonia meningkat dan pH urine semakin tinggi, sehingga kelarutan fosfat berkurang. Hal tersebut terjadi akibat adanya infeksi bakteri pemecah urea yang banyak berasal dari spesies proteus dan providencia, peudomonas eratia, dan semua spesies klebsiella, hemophilus, staphylococus dan coryne bacterium pada saluran urine.

3. Batu urat
Batu urat umumnya terjadi pada penderita gout atau sejenis penyakit rematik, pengguna urikosurik misalnya probenesid atau aspirin dan penderita diare kronis karena kehilangan cairan dan peningkatan konsentarsi urine serta asidosis yakni pH urine menjadi asam sehingga terjadi penimbunan yang membentuk asam urat.

4. Batu sistina
Sistin merupakan bagian dari asam amino yang memiliki tingkat kelarutan paling kecil. Kelarutan semakin kecl apabila pH urine menurun atau menjadi asam. Bila kadar sistin ini tidak dapat larut dan kemudian mengendap serta membentuk kristal yang kemudian tumbuh di dalam sel ginjal atau saluran kandung kemih akan membentuk batu ginjal.

5. Batu kalium fosfat
Batu kalium fosfat umumnya terjadi pada penderita hiperkalsiurik yakni kadar kalsium dalam urine yang tinggi atau berlebihnya asupan kalsium di dalam tubuh yang berasal dari konsumsi susu dan keju.

Perlu Anda Ketahui Bahwa Penyakit batu ginjal memang banyak melanda orang Asia dan Afrika khusuusnya Indonesia yang diliputi berbagai macam kultur, suhu udara yang cenderung sering kali berubah tidak menentu, pola hidup dan gaya hidup yang terkadang salah, dsb. Penyakit ginjal memang lebih dominan menyerang kaum pria dibanding wanita, hal in terbukti dari survei yang diperkirakan bahwa pria yang berusia 70 tahun keatas memiliki resiko lebih besar terserang penyakit ginjal hingga 80% dibanding wanita.

Semoga Ulasan Lengkap Tentang Proses Pembentukan Batu Ginjal Ini Dapat Bermanfaat Untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *